expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

New Delhi " Bagaikan Mimpi' GITC 2018


Maaf bagi diriku sendiri karena baru menyempatkan untuk untuk bernostalgia dan menanami sawah ini. terlalu indah dilupakan begitulah sepenggal syair yang datang dari dunia bawah sadar. mengapa demikian? karena apa yang saya goreskan disini adalah seperti sebuah mimpi yang terhapus dengan hadirkan kehidupan terbangunkan dengan kenyataan bahwa hari ini sudah pagi.


New Delhi, India, benar sekali, ibukota negara Hindustan ( sebutan nama India dahulu) negerinya para artis Bollywood yang siapa sih yang tek kenal dengan Shah Ru Khan, Kajol di salah satu Genre film buatan negara ini. ngapain ke India, mereka negara dengan penduduk padat dan panas lo bro. dan pertanyaan yang sering muncul "mosok kowe neng India"? ini bikin saya juga bertanya kok seperti mimpi ya/ apakah benar saya ke India, terus kesana mau ngapain, shoting film? wisata? yang jelas bukan itu tujuan saya kesana.

GITC 2018, inilah alasan saya ke India adalah dalam rangka ikut mendampingi anak - anak disabilitas dari YPAC Semarang yang berkah doa dan ijin dari Allah SWT berhak untuk mengikuti kompetisi IT bagi anak - anak penyandang Disabilitas se- Asia Pasifik yang diikuti oleh 200 peserta dari negara undangan yaitu 24 negara. kami tergabung dengan tim Indonesia yang beranggotakan dari  kota di Indonesia Kota Padang diwakili oleh Akhlakul Imam, dari Jakarta diwakili oleh Faiza Putri Adila, Iqbal RX, Muhamad Abdul Kahar dari semarang Bramudia Nur Alam, Keisa fajar Imanuddin, dari Jogjakarta Muh Zain Nabhan, serta dari Kalimantan ( Balikpapan) ada Nabila Bilqis, serta pendamping Ibu Dr Reti (YPAC Nasional), Bp Hamdani, Bp Nusriwan (Kominfo), Mama Iqbal Ibu Amalia Hariawan, Ibu Siti Aminah Ibunda dari Bilqis, Bp Muhaimin pendamping dan kepsek dari Zein  Nabhan, Bapak Purwanto, S.Pd, pendamping sekaligus patner saya disana.

Setelah karantina selama tiga hari di ciputat tepatnya adalah Balai pelatihan TIK Nasional dekat dengan UIN kampus II Tangerang Selatan kami semua tepatnya tanggal 07 November 2018 menuju bandara Soekarno hatta untuk terbang ke India Via bandara Chang i ( Singapore), Transit selama 2 jam langsung terbang ke India. Oh ya sempat takut juga sih karena Tiket dari Jakarta ke India tertulis Garuda Indonesia ternyata di Singapore ganti pesawat yaitu jet airways yang memang pesawat dari India. perjalanan kami kurang lebih 8 jam. tidak usah diceritakan dengan saya sebagai seorang yang phobia pesawat dimana disitu terbang lama tidak bisa diceritakan apa yang terjadi dengan saya. dari Jakarta pesawat Take of pukul  14.00 samapai di India dengan Transit 2 jam di Singapore yaitu jam 01.00 dini hari, karena selisish 2 jam berarti di semarang atau Indonesia Pukul 23.00.

kami menginap di hotel Ashok dengan fasilitas bintang lima dengan biaya kamar sehari Rp 1.500.000,- saya ditempatkan dilantai 7 dengan nomor 729 bersama Bramudia Nur Alam. perasaan pertama kali saya ke India adalah begitu dinginya sini ya kebetulan saat kami kesana adalah musim dingin. hal yang dibayangkan orang ke India berbeda dengan kenyataan dimana disini sungguh kontra dengan identik cantik penduduknya. bagimana disini sangat menghormati hewan sehingga saking hormatnya mereka dibiarkan liar, sepeeti anjing, gagak elang, monyet dll.

singkat cerita malam penghargaan, oh ya lomba di lakukan dihotel ashok dengan segala jamuan makanan yang serba rempah yang bikin wah sehingga diri ini mau muntah karena bengah melihat paha ayam merekah dan rasanya sama seklai tidak menggugah. dimalam penghargaan yang dinanti oleh para peserta sesion pertama penghargaan Indonesia sama sekali tidak mendapatkan, saya sempat optimis dan meninggalkan bendera Indonesia karena mana mungkin Indonesia mendapat juara ternyata di sesion ke dua Indonesia melalui Faiza Putri Adila menjadi juara umum dan mencetak sejarah seorang hearing ( disabilitas pendengaran) pertama yang menjadi leader GITC sejak gelaran ini dimulai beberapa tahun lalu. serta kelompok yang dimana salah satu anak didik kami dari YPAc semarang mendapatkan tuahnya dengan Bramudia Nur alam juge mandapat medali emas bersama fadila.

Lody Park, New Delhi
berjalan jalan di lody park, tidak ada yang istimewa disini, namun suasana wangi alami yang membuat kami merasa nyaman disini malam penuh manusia bermain..dengan kabut musim dingin yang sungguh terasa nikmat saya seperti merasakan hawa surga dimana binatang elang gagak dan yang lain liar diatas pohon saling bersautan dan berganti berebut makanan.






Bandara Diwali, New Delhi
tibalah perpisahan itu yaitu tanggal 12 November 2018 kami harus berpisah dan memang seperti mimpi karena keterbatasan saya sebagai seorang yang kalau dikur tidak akan mamapu datang kesana tanpa campur tangan Yang Maha Kuasa. sampai jumpa semoga kita tetap menjadi saudara..





Bandara SOETA Indonesia Bisa


bersama Ibu Atase Pendidikan Lestiyani

Rabu, 28 Desember 2016

SD BINA KUNCUP HARAPAN DAN IYOIN LC SEMARANG

lama tidak melihat dan mengunjungi ladangku ini, karena sesuatu hal jadi lupa kalau saya sudah lama tidak menanaminya menengoknya.. adakah semak belukar dan rumput tumbuh subur di dalamnya.
mulai mengawali menebar benih ☺☺☺pada pagi hari ini saya sedikit bangun tidur teringat untuk menuliskan salah satu kenangan indah di Sd Bina Kuncup Harapan dengan IYOIN LC Semarang. pada tanggal 19 November 2016 keluarga besar SD BKH kedatangan tamu pemuda pemudi yang tergabung dalam organisasi IYOIN. anak - anak muda yang penuh talenta dan berasal dari berbagai latar belakang universitas terutama UNDIP dan UNNES mengadakan donasi bagi peserta didik BKH, yang berkesan mereka tidak hanya menanamkan atau memberi donasi berupa barang tetapi bekal sedikit membuka pikiran anak - anak tentang sebuah negara maju..dan memberikan impian - impian yang memang bisa terwujud dengan kerja keras tentunya. anak - anak dibagi dan dikelompokan dalam kelas - kelas dan diberikan label diluar kelas nya dengan nama kelompok negara - negara maju seperti prancis, jepang dll.
efeknya anak - anak menjadi antusias dan memberikan perubahan dalam belajarnya dan berusaha meraih cita - cita mereka terima kasih IYOIN LC Semarang..

Sabtu, 06 Februari 2016

ADAB BERBICARA

Saya pernah menjumpai beberapa majlis taklim, memang yang dibicarakan ilmu agama, ustadznya hafal hadits, bahkan profesor, tetapi kadang-kadang akhlaqnya tidak mencerminkan apa yang sedang dibicarakan yaitu mereka ingin menghidupkan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka kadang masih menyalahi adab-adab dalam berbicara, yaitu :
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam
hadits nabi SAW disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah
berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa
difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)
3. Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi SAW:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di
hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam
berbicara.” Maka dikatakan: Wahai RasuluLLAH kami telah mengetahui arti
ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka
jawab nabi SAW: “Orang2-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi dan
dihasankannya)
4. Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang
mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:
Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka
berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas’ud)!
Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu
Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi
keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah
meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir
membosankan kami (HR Muttafaq ‘alaih)
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan,
dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW
mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi
faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau
SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)
6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai
ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian
sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut
sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang
dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH
SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan
ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka,
melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:
“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun
ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta
walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang
baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi
SAW:
“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata
keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak
ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)
10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan
gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:
“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya
itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi
dan ia menghasankannya)
11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji
mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)
12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi
SAW:
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci,
dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling
menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang
lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq
‘alaih)
13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari Abdurrahman bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:
Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata
nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu
telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau SAW: “Jika ada
seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah
si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan
seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR
Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)
Dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji
seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka
Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu
berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah
orang yang gemar memuji. (HR Muslim)
Akhlaq adalah buah dari agama itu sendiri, sehingga sangat memprihatinkan apabila masih ada ustadz atau ulama yang mendakwahkan Islam, bahkan menghidupkan sunnah tetapi masih mengabaikan akhlaq al karimah seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Seorang lelaki menemui Rasulullah saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Rasulullah saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Nabi saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia menghampiri Nabi saw dari sebelah kiri dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Dia bersabda, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatanginya dari sebelah kirinya dan bertanya, “Apakah agama itu?”. Rasulullah saw menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik”. (al-Targhib wa al-Tarhib 3:405)
Akhlak merupakan salah satu faktor kehidupan yang sangat mendasar dan vital. Hal ini dibuktikan dengan diutusnya Rasulullah saw ke muka bumi ini yang tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, sebagimana tertuang dalam salah satu hadits Rasulullah saw yang artinya:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)
Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Semoga kita bisa bersabar untuk mengikuti akhlaq Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam dalam berbicara, agar lebih dicintai oleh Allah dan diampuni kesalahan-ksalahann kita.
“Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya  Allah akan mencintamu juga dan akan  mengampuni dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi  Maha Penyanyang.” (QS Ali Imran [3]:31)
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”. (Qs Fushilat [41]: 35).
Semoga dapat dipetik hikmahnya dan diamalkan.

Problematika Guru

Menjadi seorang guru tidaklah semua orang dapat menjalaninya, dan tidak semua orang yang mengaku menjadi guru bisa menempatkan posisi perannya sesuai dengan yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.   Banyak orang mendeskrpsikan kalau guru itu sosok yang mesti digugu dan ditiru.   Menurut hemat penulis pandangan semacam itu sudah tidak berlaku lagi, sebab dengan bergesernya tata nilai sosial kemasyarakatan dan perkembangan budaya dewasa ini, telah banyak mengubah nilai-nilai kepribadian seorang guru.  Kalau  dahulu digugu dan ditiru segala apa yang menjadi figur guru oleh para anak didiknya, tetapi sekarang banyak menjadi suatu tontonan dan tuntunan bagi anak didik yang mengindikasikan wagu tur saru.  Banyaknya perangai guru dan tingkah laku guru yang sudah tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang panutan bagi para siswanya.   Kejadian-kejadian yang ada dari beberapa oknum guru sebagai ilustrasi yang membuat bulu kuduk penulis berdiri.

sekali lagi guru adalah sebuah panggilan jiwa, benar atau tidak dari hati penulis sendiri merasa bisa penulis b
pindah dari sekolahan yang sekarang yang dibayar dengan gaji dunia yaitu Rp 250.000, banyak yang ngiming - imingi, bahkan banyak yang menyuruh untuk pindah kerja. akan tetapi bukan tidak mau..akan tetapi kadang dalam hati kecil bicara "kok tegelmen" ninggalin anak dalam keadaan seperti itu tanpa pengasuh. seperti kita meninggalkan anak - anak kita sendiri.

banyak dari teman merasa gersah gaji belum dibayarkan, memang hal itu awajar ditanyakan ya...akan tetapi yakinlah allah maha kaya, bahkan kita diberi dua mata jikalau ditawar dengan uang jutaan bahkan milyaran, mungkin tidak akan kita berikan. kembali lagi ke problem guru, memang anatara gaji dan pengabdian hati kadang tidak berjalan lurus, akan tetapi wahai sahabat ingatlah bahwa Allah SWT maha tahu, maha mendengar maha melihat.
mari kita lihat dari posisi kita sebagai seorang hamba yang man kita di dunia ini tercipta sudah terencana, dan kegiatan yang kita lakukan telah termahtub dalam lauful mahfud. ya Allah kuatkanlah hamba dan teman - teman guru yang lain untuk selalu tabah dan belajar memahami isi hidup yang engkau berikan.

Sabtu, 31 Oktober 2015

kenangan anak-anak sd cipta kreativa 05 semarang barat

teringat 2 tahun yang lalu bersama mereka anak - anak kreativa dan bener - bener kreativ tidak kalah dengan anak yang punya kemampuan dalam hal materi, mereka anak yang dibesarkan diluar keterbatasan orang tua semoga mereka jadi anak yang membanggakan 9( putri amelia, ramandha putri oktaviani, gilang ade shila, aulia hayyu al zena, mega nia puspitha, dhani, yogi dwi s, narina aulia.)