expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 26 November 2014

zhuge liang sang legenda

Zhuge Liang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Zhuge Liang
Zhuge Liang.jpg
Zhuge Liang memegang kipas dari bulu sebagai ciri khasnya
Perdana menteri Shu Han
Lahir 181
Yinan, Shandong, China
Wafat 234, aged 52-53
Wuzhang Plains, Shaanxi, China
Nama
Hanzi sederhana 诸葛亮
Hanzi tradisional 諸葛亮
Pinyin Zhūgě Liàng
Wade-Giles Chu-ko Liang
Nama kehormatan Kongming (孔明)
Nama anumerta Marquis Zhongwu (忠武侯)
Nama lain Wòlóng (臥龍) Crouching Dragon
Fúlóng (伏龍) Sleeping Dragon
Zhuge Liang (Hanzi: 诸葛亮) (181–234 AD) adalah ahli strategi militer Tiongkok yang terkenal pada periode Tiga Kerajaan (220–280 AD). Ia menjabat sebagai perdana menteri Shu Han dengan kaisarnya bernama Liu Bei. Ia bernama lengkap Zhuge Kongming dan nama julukan Wòlóng, juga dikenal sebagai Cukat Liang atau Kong Beng di kalangan Tionghoa Indonesia. Ia adalah salah satu tokoh sentral di balik berdirinya Tiga Kerajaan.
Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis karena mengenangkan nasib rakyat pada zaman peperangan itu, maka ia menghambakan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah "Longzhong Plan", yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan Dinasti Han yang telah rapuh.
Zhuge Liang adalah seorang ahli strategi dan advisor dari Shu, dia sering dipanggil ”Sleeping Dragon” atau Naga Tidur. Dia jenius dalam banyak urusan, baik itu domestik dan urusan ke luar.
Setelah Liu Bei wafat, Liu Bei mengamanatkan padanya untuk memulihkan kembali kekuasaan Dinasti Han dan ’mengambil’ alih kekuasaan kalau-kalau anak Liu Bei, Liu Chan, tidak becus dalam menjalankan negara. Walaupun Liu Chan terbukti tidak cakap, Zhuge Liang masih menghargainya sebagai kaisarnya.
Hal pertama yang dia lakukan adalah mengamankan daerah Nanman. Dan pada tahun 225 AD dia menginvasi daerah Nanman dan berhasil menangkap pemimpinnya, Meng Huo. Zhuge Liang kemudian menawarkan status aliansi kepada Nanman yang kemudian ditolak oleh Meng Huo. Setelah Zhuge Liang menangkap dan melepaskan Meng Huo sebanyak tujuh kali, akhirnya Meng Huo mau menerima penawaran itu dan menjadi aliansi untuk Shu.
Setelah mengamankan daerah selatan dan memastikan tidak akan ada pemberontakkan dari Nanman maka kampanye utara pun dilaksanakan. Pada tahun 227 AD Zhuge Liang menginvasi Tian Shui dan berhasil merekrut seorang prajurit Wei yang cakap, Jiang Wei, untuk bergabung dengan Shu. Jiang Wei kemudian ditunjuk menjadi penerus Zhuge Liang.
Tahun 228 AD Dia mengirimkan anak buahnya, Ma Su untuk mengambil daerah Jie Ting. Dan perang antara Shu yang dikomandani oleh Ma Su dengan Wei yang dikomandani oleh Sima Yi terjadi. Ma Su yang telah dilarang oleh Zhuge Liang untuk mendirikan perkemahan di puncak gunung bersikeras melakukannya dengan alasan agar lebih mudah menghancurkan perkemahan musuh. Namun, tak terpikirkan oleh Ma Su, ternyata hal itu malah membuat Wei menjadi mudah menyerang. Pasukan Wei dipimpin oleh Zhang He menaiki bukit menuju perkemahan Shu yang membuat Ma Su mundur dan kalah telak. Pada akhirnya, Ma Su yang dijadikan penjahat negara dieksekusi mati oleh atasannya sendiri, Zhuge Liang.
Tahun 229 AD Zhuge Liang kembali mengambil alih komando perang, kali ini di Chen Cang. Chen Cang yang merupakan daerah Wei yang dilindungi oleh Sima Yi. Lagi-lagi perang antara Zhuge Liang dan Sima Yi terjadi. Alhasil, walaupun Chen Cang yang terutama gerbang utamanya itu sangat terlindungi, namun dengan segala perlengkapan berat Shu, Chen Cang akhirnya jatuh ke tangan Zhuge Liang.
Kampanye utara ini tak berakhir sampai di Chen Cang, tapi Zhuge Liang meneruskannya sampai ke dataran Wu Zhang. Pada awal kedatangan Shu ke daerah ini, Zhuge Liang sudah jatuh sakit dan berita ini sampai ke Sima Yi. Sebelum mulai perang terbuka, Zhuge Liang mengirimkan surat kepada kaisar Wu, Sun Quan, meminta untuk menyerang Wei dengan harapan Wei akan kekurangan pasukan ketika melawan Shu di Wu Zhang nanti. Kerajaan Wu meluluskan permintaan tersebut namun tidak dengan sepenuh hati dikarenakan hanya untuk menghargai aliansi Wu-Shu. Wu yang akhirnya menyerang istana He Fei milik Wei malah mengalami kekalahan. Tapi bagaimanapun perang di Wu Zhang harus tetap dimulai. Akhirnya pada tahun 234 AD Zhuge Liang mengumumkan perang terbuka terhadap Wei yang dikomandani oleh Sima Yi. Walaupun sakit, Zhuge Liang tetap mengomando pasukan Shu sampai akhirnya dia wafat ketika perang belum berakhir. Komando pasukan Shu diambil alih oleh Jiang Wei. Jiang Wei memerintahkan untuk menutupi kematian Zhuge Liang dari Wei. Namun Sima Yi yang merasakan keganjilan akan strategi yang Shu pakai berkesimpulan kalau Zhuge Liang sudah wafat. Dengan kesimpulan tersebut, dia membuat tentara Wei makin bersemangat dan membuat Jiang Wei harus mundur kembali ke Shu Han. Dan setelah perang berakhir, Sima Yi pergi ke sisa-sisa perkemahan Shu dan menganugerahi Zhuge Liang sebagai ’the greatest mind under heaven’
Kematian Zhuge Liang menjadi awal kemunduran bangsa Shu yang akhirnya menyerah kepada Wei pada tahun 263 AD (sekitar 30 tahun setelah Zhuge Liang wafat). Pada tahun 265 AD menteri negara Wei bernama Sima Yan (cucu dari Sima Yi) merebut kekuasaan dari keluarga Cao dan mendirikan negara Jin. Akhirnya pada tahun 280 AD Cina resmi dipersatukan di bawah Dinasti Jin yang akan berkuasa selama lebih dari 150 tahun berikutnya.
Kebesaran Zhuge Liang menyebabkannya digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Zhuge Liang acapkali dilukiskan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.

Minggu, 19 Oktober 2014

ahad, 19 oktober 2014

seperti biasa pagi ini sungguh cerah, muncul awan berarak bagi barisan para prajurit, luar biasa aku ucapkan syukur kehadirat Allah karena masih diberi kesempatan berdiri dan mengawali pagi ini dengan suara polos anak - anak memanggil namaku untuk diajak olahraga di taman "diponegoro deket tempat tinggalku".
luar biasa subhanallah sungguh engkau pencipta wahai Tuhan yang agung engkau masih anugrahkan aku untuk berlari kecil, bahkan engakau beri kesempatan aku bermain bola di sumur boto" adalah nama sebuah lapangan di daerah tembalang..//
yang membuatku menyesal hari ini adalah tidak terjaganya jama'ahku, asar kecapean hingga aku tidur, hanya isya yang terjaga dan setelah itu aku lanjutkan pengajian mendoakan anaknya pak mudzakir: dari sini aku belajar bagaimana umur tidak mengenal batas, entah tua muda kaya miskin ketika umur sudah bosan di badan melayanglah ia. ini kisahku hari ini sungguh saya berdosa..semoga isuk lebih baik...

  • Thank by ' san queen darda'il

Rabu, 17 September 2014

BERPETUALANG DI CURUG LAWE DESA KALISIDI KEC GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

Di sekitar Gunung Ungaran, banyak terdapat air terjun, salah satunya adalah Curug Lawe. Curug Lawe terletak di Desa Kalisidi, Kabupaten Semarang. Pemandangan di Curug Lawe akan menghapus kelelahan yang ada. menuju tempat wisata alam Curug Lawe dan Benowo cukup sulit. Disamping fasilitas transportasi yang kurang memadai juga tanda menuju area wisata tersebut sangat minim. Oleh karena itu membawa kendaraan sendiri menjadi pilihan yang tepat.
  Jalan utama menuju Curug Lawe, melewati kawasan kodya kota Semarang (Gunung Pati) atau desa Sumur Gunung. Apabila dari terminal Ungaran Sisemut, arahkan kendaraan menuju utara atau Gunung Pati. Setelah bertemu makam kanan jalan terdapat penunjuk arah ke desa Kalisidi, kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang.
Perjalanan menuju ke Curug Lawe cukup mudah. Kita bisa melewati jalan Raya Gunungpati. Setelah itu kita bisa mencari petunjuk arah menuju ke Curug Lawe, kemudian kita akan melewati Desa Kalisidi. Dari jalan raya, dibutuhkan waktu 20 menit untuk mencapai pintu masuk air terjun. Di pintu masuk, kita hanya perlu membayar retribusi sebesar Rp 4.000/orang.

Jalur menuju air terjun atau curug cukup jauh, yaitu sekitar 1-1,5 jam perjalanan. Jalur yang dilewati cukup bervariasi, mulai dari aliran sungai, jembatan kayu, hingga menyeberang ke sungai. Pemandangan di Curug Lawe juga bagus. Debit air terjun juga sangat deras. Apalagi ketika musim hujan. Oleh karena itu tidak disarankan untuk berenang di bawah air terjun.

Jalan pertama yang kita lewati adalah jalan saluran air. Jalur ini cukup menyenangkan, karena kita bisa menikmati aliran air sungai. selain itu kita juga bisa menikmati pemandangan hijaunya hutan. Nantinya kita juga akan melewati jembatan kayu. Sebaiknya Anda berfoto di jembatan ini, karena pemandangannya sangat bagus. Batas dari jalur ini adalah sebuah bangunan tempat pengaturan debit aiR.

dI BAWAH INI HASIL DOKUMENTASI KAMI :
PEMandangan di tengah hutan perjalanan


foto diambil di dekat peristiwa longsor

salah satu aliran air yang jernih

istirahat sebentar

bendungan air di tengah perjalan


narsis



Kamis, 11 September 2014

BANDUNG 5-7 SEPTEMBER 2014

Rasa capek belum hilang dan masih teringat -ingat di dalam kalbu, sebuah perjalanan ke Bandung provinsi Jawa Barat yang sungguh tanpa disengaja. mengapa demikian? ya memang begitulah adanya. berawal ketidak bisa hadiran bapak kepala sekolah saya dan tidak ada yang mewakilinya dan ditambah kehendak Allah SWT pada hari jum'at 5 September 2014 saya diutus untuk mewakili bapak kepala seklah dalam rangka Tour di Banduang dalam acara Kelompok Kepala Sekolah Semarang Barat.

kami berangkat pukul 19,00 WIB dengan menggunakan jasa Biro Duta Tour dan BUS Subur Jaya. Karena perjalanan malam hari jadi tidak terasa kantuk telah menyerang kami. perjalanan panjang hanya seperti 5 menit karena saking pulasnya tidur. tujuan pertama kami adalah transit dI Hotel Trio Bandung, untuk kemudian melanjutkan ke tangkupan perahu dan Boscha Observatory. 
setelah Transit dan mandi makan kami melanjutkan perjalan ke lembang bandung utara Boscha Observatory dan gunung tangkuban parahu sebuah gunung dengan legenda yang tersohor..
1. Bosscha Observatory

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.
Pada permulaan abad ke-20, para astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang terikat satu sama lain membentuk sistem galaksi. Keinginan untuk meneliti dan memahami struktur galaksi tersebut mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi Selatan karena sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, terutama di Eropa dan Amerika Utara.
Ide pembangunan observatorium di Hindia Belanda dikemukakan oleh insinyur-astronom kelahiran Madiun, Joan George Erardus Gijsbertus Voûte. Beliau melihat bahwa penelitian astronomi terhambat karena kurangnya jumlah observatorium dan pengamat di Belahan Bumi Selatan. Pada awalnya, Voûte meneliti di Cape Observatory, Afrika Selatan, namun kurangnya dukungan pemerintah setempat membuat Voûte kembali ke Batavia, Hindia Belanda. Voûte berusaha mempengaruhi beberapa astronom di Belanda untuk membangun Observatorium di Hindia Belanda. Persahabatan antara Voûte dengan pengusaha kaya Karel Albert Rudolf Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven semakin memperkuat dukungan terhadap pembangunan Observatorium.

2, Makan siang
Makan siang tidak sembarang makan siang kenapa begitu kita makan kemudian berjoget bersama dengan diiringi solo organ di rumah makan "cikole" jalan tangkuban parahu, di bangun disekitar hutan pinus dengan fasilitas yang lengkap bisa kita jadikan referensi kuliner jika kita pergi ke bhumi parahyangan. Menu untuk santap siang ini adalah gurami bakar. asem - asem, rica ayam, udang goreng, dll.  setelah perut kenyang hati riang gembira barulah kita lanjutkan perjalanan ke Tangkuban perahu.






3. Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang berada di Provinsi Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Berjarak sekitar 20 km menuju ke arah utara adalah Kota Bandung, dengan rimbun dan banyak pohon pinus serta hamparan hijau kebun teh yang ada di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian kurang lebihnya adalah sekitar 2.084 meter.

Bentuk dari gunung ini adalah Stratovulcano dengan memiliki pusat erupsi yang selalu berpindah dari timur ke barat. Jenis dari bebatuan yang dikeluarkan melewati letusan dari gunung ini kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang banyak dikeluarkan adalah seperti sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan pada waktu gunung sedang tidak aktif adalah uap belerang.
Daerah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Tingkat suhu rata-rata pada setiap harinya adalah sekitar 17 derajat celcius pada waktu siang hari dan bersuhu sekitar 2 derajat celcius pada malam hari. Gunung Tangkuban Parahu juga memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane, hutan Dipterokarp Atas, serta Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

 Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu

Asal-usul dari Gunung Tangkuban Parahu selalu terkait dengan sebuah legenda Sangkuriang, yang pada kisahnya telah jatuh cinta kepada ibunya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Kemudian demi untuk menggagalkan rencana dan niat anaknya sendiri untuk menikahinya, Dayang Sumbi memberikan syarat agar Sangkuriang dapat membuat sebuah perahu dalam kurun waktu semalam. Pada waktu usahanya sudah gagal, Sangkuriang kemudian marah dan kemudian menendang perahu setengah jadi yang dibuatnya tersebut yang kemdudian mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu yang telah di tendang Sangkuriang inilah yang kemudian membentuk sebuah Gunung Tangkuban Parahu.



 Gunung Tangkuban Parahu ini masih termasuk dalam kategori gunung berapi aktif yang statusnya terus diawasi terus oleh Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia. Diantara beberapa kawahnya juga masih menunjukkan tanda tanda dari aktifnya gunung ini. Beberapa tanda dari aktivitas gunung berapi ini adalah seperti munculnya gas belerang serta sumber-sumber air panas yang berada di kaki gunungnya, di antaranya adalah yang terdapat di kasawan Ciater, Subang.
Keberadaan dari gunung ini serta bentuk dari topografi Bandung yang seperti cekungan dengan banyak bukit dan gunung pada setiap sisinya semakin menguatkan teori bahwa adanya sebuah telaga besar yang sekarang merupakan kawasan Bandung.

Para ahli geologi meyakini bahwa kawasan dataran tinggi Bandung yang memiliki ketinggian kurang lebihnya sekitar 709 m di atas permukaan air laut adalah sisa-sisa dari danau besar yang terbentuk akibat pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung berapi purba yang dikenal dengan nama Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu hanya merupakan sisa dari Gunung Sunda purba yang sampai sekarang masih aktif.

Fenomena seperti ini juga bisa dilihat pada Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro yang berada di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda dari Sangkuriang yang merupakan sebuah cerita masyarakat yang ada kawasan itu diyakini adalah sebuah dokumentasi dari masyarakat yang hidup di kawasan Gunung Sunda Purba terhadap berbagai peristiwa pada waktu itu. 

Rute jalan untuk dapat sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu dapat melewati pintu tol Pasteur, lali dilanjutkan menuju ke Jl. Dr. Djunjunan - lanjut lagi dengan berjalan ke Pasirkaliki - kemudian melewati Sukajadi - Setiabudi - Lembang lalu Anda akan sampai ke lokasi Wisata Gunung Tangkuban parahu (Gerbang bagian Atas).Alamat Lengkap Gunung Tangkuban Perahu adalah Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat 40391, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. 

4. toko roti Kartika dan Pasar Baru
Pasar Baru Bandung adalah primadona wisata belanja pakaian orang dari luar Bandung. Bahkan wisatawan dari Malaysia dan Singapura kerapkali mondar-mandir cari pakaian di Pasar Baru Bandung.

Letaknya yang strategis ada di pusat kota menjadi incaran para pelancong. Apalagi dengan harga yang murah meriah, asalkan bisa nawar, pasti dapat barang harga bersaing. Adapun barang yang dijual di Pasar Baru Bandung mayoritas produk fashion, mulai dari Baju umum, baju anak, baju muslim, mukena, kerudung, sepatu, sandal, batik dan sebagainya.





Pasar Baru terdiri dari 8 lantai, namun jika anda membawa mobil dan berangkat agak siang, pasti bisanya dapat parkir di lantai 8 alias paling puncak, karena memang sudah penuh sesak. Di lantai 8 atau lantai paling atas kita bisa lihat kota Bandung dari segala penjuru, sangat asyik. Di lantai ini juga tersedia masjid, jadi cukup mudah untuk menunaikan sholat.

Berikutnya, lantai akan terbagi menjadi 8, lantai 7 ada food court dan mainan anak, jika capek jalan cari belanjaan bisa makan disini dan jika bawa anak-anak bisa main di game center.

Lantai-lantai bawah berjubel aneka dagangan produk fashion, yang mayoritas produk orang Bandung. Maklum, Bandung adalah ibukota fashion dan kaos oblong Indonesia, jadi semua produk fashion tumplek blek ada disini.



Karena luasnya dan padatnya pengunjung, seringkali kita kebingungan mau belanja apa, baiknya sebelum belanja dicatat dulu apa yang mau di beli, kalau ndak gitu bisa jadi dompet kesedot habis, karena barang yang disediakan menarik dompet kita. ya ini sekelumitt informasi yang bisa dijadikan referensi kalau kita pergi ke Bandung.






Jumat, 22 Agustus 2014

Guci (Pemandian Air dar surga) bhumi jawa Tegal, Jawa tengah Indonesia

mantapbh
Begitu elok nan indah negeriku ini, aku bersyukur dilahirkan di negeri penuh pelangi, negeri heterogen masyarakatnya, begitu banyak macam sukunya, makanan khas dan keindahan alamnya. Berbicara tentang keindahan alam disini saya sedikit ingin berbagi pengalaman dengan sahabat sekalian. 
Suasana sore di Pemandian GUci
kehujanan
Perjalanan kami ini sebenarnya tidak kami renacanakan sebelumnya, ane dan kawan2 mendapat sebuah undangan bahagia 'pernikahan sahabat kami Waktu Kuliah  VanisDHBI Salam yang mempersunting orang kabupaten tegal pada  tanggal 21 juni 2014, tepatnya di daerah bhumi jawa, ya karena ikatan persaudaran kamilah, kami memutuskan untuk melakukan perjalan ke bhumi jawa Kab. Tegal.
Perjalan di awali dari hari jumat tanggal 20 juni 2014 saya berangkat dari semarang sore hari karena saya harus transit ke kab.kendal untuk bergabung dengan shib - sohib lainya.
dari kendal kami Prepare dan cek  barang - barang ubtuk kemudian menggebar sepeda motor pukul 06 .00 pagi WIB..menuju kab kendal, karena kami buta wilayah tegal, kami mengajak teman kami dari pekalongan sandi tri wibowo yang hafal dengan  jalur - tegal.
PANAS - ANGET GIMANA GITU
M.KHASAN
Perjalanan pun dimulai dari Pekalongan pukul 09.00WIB, motor digeber dengan kecepatan lebih kurang 80 km/jam. oh ya kami berangkat ber - empat.
NUMPANG NAMPANG
SEORANG WISATAWAN MEMBACA
Dari pekalongan kami melalui kabupaten pemalang, karena kita mengejar waktu resepsi kami menembus kota pemalang melalui jalan pintas dengan pemandangan keindahan kebun karet dan kami membelah gunung dengan pohon beraneka ragam, dan jreng kurang lebih 3 jam kita sampai di bhumi jawa.
sUNGAI DI BAWAH PANCURAN
kami agak terlambat tetapi tidak masalah, kami sejenak ngobrol - ngobrol dengan sahabat kami, setelah menikmati hidangan yang ada, kemudian pamit untuk menuju objek pemandian air panas "GUCI".
SUASANA DI PANCURAN 13
kita membayar tiket parkir aja dan tiket masuk@Rp 7500,- dan kita sudah bisa menikmati indahnya aliran sungai yang seolah - olah muncul dari bukit berupa air jernih nan hangat.
banyak wisatawan lokal yang hadir disini bahkan ada yang dari malang Jawa Timur, rasa capek perjalanan seperti tidak terasa ketika kita merasakan hangatnya air yang membasahai kulit dan sssekujur tubuh.
setelah beberapa saat kami menikmati air hangat, tiba - tiba hujan turun dan menyebabkan kami kocar - kacir kaeana belum sempat mengamankan barang bawaan kami. dan berhentilah kami menikmati sir percikan surga ini, setelah sholat ashar kami memutuskan turun gunung dan pulang kerumah kita masing - masing.
inilah sedikit pengalaman kami di negeri ngapak, kabupaten tegal...

Sabtu, 16 Agustus 2014

sms menyentuh hati tentang kemerdekaan



Jayalah Indonesiaku.. Go..go..go.. Gema seabad silam Inggeris datang meredah Pahang bersama peluru bersama senapang membunuh menangkap setiap pejuang

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya”.
Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
Oh, pahlawan Engakulah yang melindungi bangsa Tiada engkau, tiada kebebasan Karenamu bangsa bebas dari penjajah Sekarang tiada engkau lagi Dan bangsa harus tetap bersatu Ku akan merindukanmu selalu Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu

I Can Smile... I Can Stylish... I Can Celebrate... I Can Together... Karena Indonesia telah merdeka Kemerdekaan yang mahal harganya yang tak dapat diukur dengan harta sekalipun segunung, sepulau bahkan sebenua Kini kewajibanku sebagai anak bangsa

Belajar tekun untuk membangun bangsa Agar nanti menjadi negara yang kaya raya Aku ingin…. Pahlawan yang telah gugur dahulu dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya

17 Agustus itu... Bukan hanya sekedar.. Balap Karung... Main Petasan... Atau Konvoi di keliling kota... Tapi 17 agustus itu... Persatuan bangsa...

Aku Cinta Indonesia.. Negeri ini adalah negeri yang elok....... Penuh warna dan keindahan.......... Negeri ini adalah negeri yang makmur.... Tanah tumpah darahku yang mulia.... Jayalah Negeriku... INDONESIA....!!!!!

Mau yang tua Mau yang muda.. Mau yang cewek.. Mau yang cowok... Semua harus merayakannya.. Bangkitkan Rasa semangat dan persatuan.

Kamis, 17 Juli 2014

puisi yang telupa

  • mohon maaf puisi ini adalah janjiku kepada murid - muridku yang baru saya tanam di sini....

puisi tanpa judul
oleh : Amelia Putri agustin kelas 4 sd cipta thn 2013/2014

terbesit bayangan wajah lugu mu